jangan tanya seberapa jauhnya ....
*tapi tetep kepingin cerita*
satu jam perjalanan dengan transjakarta dari halte PGC
hari ini, minggu yang panas dengan deadline yang terlantar, kami sekeluarga jalan - jalan ke Pasar Ular. What kind of stuff do they sell ? Well, mostly leather goods such as shoes, bags, wallet, and there's also watches, eyewear, belts, dan ada juga stuffs macam keramik keramik, baju baju, perfumes, asik asik deh ! :D
this is what we bought :
1. kacamata merk H**o B*ss
2. kacamata merk Bv****i
3. tas travel kulit merk B**ly
4. dompet kulit merk Emp***o A****i
5. sepatu kulit pria merk apa gitu (lupa)
dan
6. perfume Ch****l No.5
dengan mengeluarkan 2,5 juta ! itupun yang paling mahal adalah si tas travel yang di tawar mpot mpot an akhirnya tetep 1 juta.
anyhow. Kalau frame saya yang harganya 300 ribu itu ternyata awet, next time ganti, bisa beli di pasar aja. Soalnya jatah penggantian dari kantor, hanya 500 ribu (per 2 tahun), sementara kacamata saya yang saya pakai sekarang, harga frame nya udah 1,15 juta sendiri -_-''
daaaan semoga si tas travel ini bisa awet. minimal 10 tahun. jadi bisa dihitung depresiasi 100 ribu sadja per tahun.
btw, tadi ada jam tangan, warna kuning, tali kulit coklat tua, background nya emboss penunggang kuda, dan merk nya terkenal banget sampai malu saya sebutin disini, yang dikasi harga 750 ribu (tadinya 900 ribu, dan ga mau turun lagi), yang ga jadi saya beli.
bukan apa apa, uang nya emang udah ga cukup. DAripada gelap mata, mending rasional dikit lah. hehe.
jangan lupa kalo ke sana, tawar paling nggak 40% harga bukaan ya.
have fun in Pasar Ular !
regards
Saturday, November 26, 2011
Thursday, May 12, 2011
When I Think My Office Is Lovely
There are times when i'm so fond of my office building, just by seeing it. I know it's kind of hard to believe, so let me just show you how could that be possible.
Those times were these :
1. When I first got there for my job interview.
*yeah, you guys know the reason*
2. When it was my first day to work.
*only repeated when it's first day after bonuses shared, or a day after remuneration's announced*
and this one, is that got repeated many times :
3. Days when I'm urgent to PEE PEE or BOOM BOOM and deeply need a toilet asap.
that happened past few days. My stomach is unbearable. I need to stand still for like 45 mins on bus, trying not to spreading the gas *or worse, the p**p* on way to work.
Those times were these :
1. When I first got there for my job interview.
*yeah, you guys know the reason*
2. When it was my first day to work.
*only repeated when it's first day after bonuses shared, or a day after remuneration's announced*
and this one, is that got repeated many times :
3. Days when I'm urgent to PEE PEE or BOOM BOOM and deeply need a toilet asap.
that happened past few days. My stomach is unbearable. I need to stand still for like 45 mins on bus, trying not to spreading the gas *or worse, the p**p* on way to work.
Thursday, January 20, 2011
Mengapa kita harus hemat listrik ?
barusan saya tahu dari kolega di kantor, bahwa untuk menghasilkan listrik sebesar 1 KwH, PLN mengeluarkan Rp. 2.000,- sebagai biaya produksinya.
dan berapa yang kita bayar ?
untuk penggunaan rumah tangga, kita hanya bayar Rp. 650,- setiap 1 KwH ! sisanya? ya.. di subsidi oleh pemerintah. Bayangkan, pemerintah mensubsidi Rp. 1.350,- per 1 KwH yang digunakan masyarakat !
oh, saya tidak bermaksud membela pemerintah (whoever they are) , tapi bayangkan ini, ketika pemerintah berhenti mensubsidi listrik rumah tangga, berapa tagihan yang harus kita bayar?
sebagai gambaran, jika rumah menyediakan daya 900 watt, dengan pemakaian boros dan tagihan sebesar Rp. 200.000,- per bulan, maka ketika pemerintah tidak lagi mensubsidi, tagihannya akan meningkat 200% menjadi Rp. 600.000,- per bulan !
saya tau seseorang yang sengaja menyalakan AC dikamar kost nya seharian *walaupun sedang ditinggal* dengan alasan " bayaran nya sudah fix digabung dengan uang kost bulanan " , sementara dia tidak sadar berapa banyak energi yang dikeluarkan dan berapa banyak uang yang disubsidi pemerintah.
so, here's few reason kenapa kita harus selalu hemat listrik :
1. listrik dihasilkan dengan menggunakan energi, baik yang dapat diperbarui maupun yang tidak. semakin boros listrik yang dikonsumsi, semakin banyak pula sumber daya alam yang digunakan dan semakin pendek pula umur bumi kita.
2. listrik disubsidi pemerintah. Sudah baik baik kita di subsidi, masa kita se enak hati saja dalam menggunakannya? ini seperti sebuah yayasan yang menjual makanan dengan harga murah untuk yang miskin, tapi ternyata orang kaya lah yang beli. memalukan bukan?
3. jika kita bisa hemat listrik, kita bisa menghemat pengeluaran, dan kita bisa menggunakannya untuk hal lain yang lebih penting. misalnya untuk makan yang baik dan bergizi, atau untuk pendidikan atau untuk disumbangkan ke orang lain yang lebih membutuhkan.
bagaimana caranya hemat listrik ?
ini yang biasa saya lakukan di rumah :
1. gunakan lampu yang hemat energi (lebih mahal, tapi lebih irit dan tahan lama)
2. nyalakan lampu hanya ketika diperlukan. matikan lampu yang tidak dipakai atau di ruangan kosong.
3. matikan peralatan elektronik jika sedang tidak dipakai (banyak orang yang malas melakukan ini lho...) dan jangan hanya dalam keadaan stand by, tapi benar2 dimatikan.
4. nyalakan AC dalam suhu yang tidak terlalu dingin. karena AC yang dinyalakan langsung di suhu rendah akan mengkonsumsi listrik yang lebih besar. gunakan timer untuk mematikan AC secara otomatis jika suhu ruangan sudah pas.
5. cabut peralatan elektronik jika sedang tidak digunakan (charger hp, kabel tv dan alat elektronik lainnya)
jadi, ya.. ayo mulai menghemat listrik ! :D
dan berapa yang kita bayar ?
untuk penggunaan rumah tangga, kita hanya bayar Rp. 650,- setiap 1 KwH ! sisanya? ya.. di subsidi oleh pemerintah. Bayangkan, pemerintah mensubsidi Rp. 1.350,- per 1 KwH yang digunakan masyarakat !
oh, saya tidak bermaksud membela pemerintah (whoever they are) , tapi bayangkan ini, ketika pemerintah berhenti mensubsidi listrik rumah tangga, berapa tagihan yang harus kita bayar?
sebagai gambaran, jika rumah menyediakan daya 900 watt, dengan pemakaian boros dan tagihan sebesar Rp. 200.000,- per bulan, maka ketika pemerintah tidak lagi mensubsidi, tagihannya akan meningkat 200% menjadi Rp. 600.000,- per bulan !
saya tau seseorang yang sengaja menyalakan AC dikamar kost nya seharian *walaupun sedang ditinggal* dengan alasan " bayaran nya sudah fix digabung dengan uang kost bulanan " , sementara dia tidak sadar berapa banyak energi yang dikeluarkan dan berapa banyak uang yang disubsidi pemerintah.
so, here's few reason kenapa kita harus selalu hemat listrik :
1. listrik dihasilkan dengan menggunakan energi, baik yang dapat diperbarui maupun yang tidak. semakin boros listrik yang dikonsumsi, semakin banyak pula sumber daya alam yang digunakan dan semakin pendek pula umur bumi kita.
2. listrik disubsidi pemerintah. Sudah baik baik kita di subsidi, masa kita se enak hati saja dalam menggunakannya? ini seperti sebuah yayasan yang menjual makanan dengan harga murah untuk yang miskin, tapi ternyata orang kaya lah yang beli. memalukan bukan?
3. jika kita bisa hemat listrik, kita bisa menghemat pengeluaran, dan kita bisa menggunakannya untuk hal lain yang lebih penting. misalnya untuk makan yang baik dan bergizi, atau untuk pendidikan atau untuk disumbangkan ke orang lain yang lebih membutuhkan.
bagaimana caranya hemat listrik ?
ini yang biasa saya lakukan di rumah :
1. gunakan lampu yang hemat energi (lebih mahal, tapi lebih irit dan tahan lama)
2. nyalakan lampu hanya ketika diperlukan. matikan lampu yang tidak dipakai atau di ruangan kosong.
3. matikan peralatan elektronik jika sedang tidak dipakai (banyak orang yang malas melakukan ini lho...) dan jangan hanya dalam keadaan stand by, tapi benar2 dimatikan.
4. nyalakan AC dalam suhu yang tidak terlalu dingin. karena AC yang dinyalakan langsung di suhu rendah akan mengkonsumsi listrik yang lebih besar. gunakan timer untuk mematikan AC secara otomatis jika suhu ruangan sudah pas.
5. cabut peralatan elektronik jika sedang tidak digunakan (charger hp, kabel tv dan alat elektronik lainnya)
jadi, ya.. ayo mulai menghemat listrik ! :D
Monday, December 6, 2010
Thursday, November 4, 2010
Perjalanan Dinas
Pernah nonton film George Clooney "Up in The Air" ?
70% bagian film menggambarkan Clooney dalam perjalanan pesawat terbang. Dia travelling ke buanyak negara bagian di Amerika dan sudah mencapai ... er.. kalo ga salah 10.000 mill jarak penerbangan. Mengenai pekerjaan jenis apa yang membuatnya harus berkeliling seperti itu, well, ndak usah dibahas. hehe
the point is, i suddenly thought that how cool to be able to do such trip so often for work, for free, and get paid.
Dan, seperti yang beberapa teman saya sudah tahu, saat ini saya bekerja di sebuah bank, di bagian Manajemen Resiko. Dapetnya di divisi kredit untuk korporasi. Kebetulan korporasi nya pun di bidang Agrobisnis.... daaaannnnn........ pada bagian Manajemen Resiko ini, juga diwajibkan untuk melakukan kunjungan rutin ke proyek / perusahaan debitur, berhubung sektor Agrobisnis, otomatis banyak yang di luar kota... hehe...
Saya jadi bisa ngerasain naik pesawat terbang dan pergi ke beberapa kota di luar Pulau Jawa, asik juga ternyata lho!
Bulan Agustus kemarin, saya ke Palembang, kabupaten Muara Enim. Oktober lalu saya ke Kalimantan Barat , kabupaten Ketapang , dan tanggal 8 November lusa, saya akan ke Kalimantan Tengah !
Saya seeeennnaaaaannngggg sekali ! Jangan membicarakan uang perjalanan dinas, haha. Walaupun saya bekerja di Bank, tapi uang perjalanan dinas nya tidak sampai separuh dari uang perjalanan dinasnya ibunya temen saya yang kerja sebagai pegawai negri sipil.
Tapi saya bersyukur, karena perjalanan ke Kalimantan Tengah agak lama, uang saku perjalanan dinas saya jadi agak banyak, langsung saja saya pakai untuk bayar tagihan listrik (2 bulan), telepon rumah, dan internet. senang !
hehehehehhehehe.
70% bagian film menggambarkan Clooney dalam perjalanan pesawat terbang. Dia travelling ke buanyak negara bagian di Amerika dan sudah mencapai ... er.. kalo ga salah 10.000 mill jarak penerbangan. Mengenai pekerjaan jenis apa yang membuatnya harus berkeliling seperti itu, well, ndak usah dibahas. hehe
the point is, i suddenly thought that how cool to be able to do such trip so often for work, for free, and get paid.
Dan, seperti yang beberapa teman saya sudah tahu, saat ini saya bekerja di sebuah bank, di bagian Manajemen Resiko. Dapetnya di divisi kredit untuk korporasi. Kebetulan korporasi nya pun di bidang Agrobisnis.... daaaannnnn........ pada bagian Manajemen Resiko ini, juga diwajibkan untuk melakukan kunjungan rutin ke proyek / perusahaan debitur, berhubung sektor Agrobisnis, otomatis banyak yang di luar kota... hehe...
Saya jadi bisa ngerasain naik pesawat terbang dan pergi ke beberapa kota di luar Pulau Jawa, asik juga ternyata lho!
Bulan Agustus kemarin, saya ke Palembang, kabupaten Muara Enim. Oktober lalu saya ke Kalimantan Barat , kabupaten Ketapang , dan tanggal 8 November lusa, saya akan ke Kalimantan Tengah !
Saya seeeennnaaaaannngggg sekali ! Jangan membicarakan uang perjalanan dinas, haha. Walaupun saya bekerja di Bank, tapi uang perjalanan dinas nya tidak sampai separuh dari uang perjalanan dinasnya ibunya temen saya yang kerja sebagai pegawai negri sipil.
Tapi saya bersyukur, karena perjalanan ke Kalimantan Tengah agak lama, uang saku perjalanan dinas saya jadi agak banyak, langsung saja saya pakai untuk bayar tagihan listrik (2 bulan), telepon rumah, dan internet. senang !
hehehehehhehehe.
Sunday, February 28, 2010
Never Watched The Rain So Close Before
So this is how it feels to watch rain pouring down in one of the busy afternoon, during field trip on taxi....

*so let the raiiinnn pour into your heaaaarrrtttt*

*so let the raiiinnn pour into your heaaaarrrtttt*
Saturday, February 27, 2010
hune saya yang manis
Saya pikir.. hune saya itu mirip sekali dengan salah satu karakter favorit saya di dunia per-novel-an... yaitu.. Lupus. ahehehehe... :">
kenapa saya bisa berpikir demikian? well, ada beberapa (kalau bukannya banyak) cerita yang bisa saya bagi,
misalnya :
(ini mama saya yang cerita, katanya waktu mama minta hune beli telur di warung, mereka terlibat percakapan seperti ini... )
mama : tolong beliin telur dan rokok dong, di warung pilipus (nama pemilik warung : Phillipus)
hune : oke tan.
mama : nanti bilang disuru tante ya....
hune : idih tan, kenapa tan? kalo nyebut nama tante, dapet diskon ya?
mama : .... er...... ya.... ya.......
....
saya tau, mama pasti dah pingin ketawa waktu itu. Kalo saya? ya saya towel lah si hune.
kenapa saya bisa berpikir demikian? well, ada beberapa (kalau bukannya banyak) cerita yang bisa saya bagi,
misalnya :
(ini mama saya yang cerita, katanya waktu mama minta hune beli telur di warung, mereka terlibat percakapan seperti ini... )
mama : tolong beliin telur dan rokok dong, di warung pilipus (nama pemilik warung : Phillipus)
hune : oke tan.
mama : nanti bilang disuru tante ya....
hune : idih tan, kenapa tan? kalo nyebut nama tante, dapet diskon ya?
mama : .... er...... ya.... ya.......
....
saya tau, mama pasti dah pingin ketawa waktu itu. Kalo saya? ya saya towel lah si hune.
Subscribe to:
Posts (Atom)
