Tuesday, October 9, 2012

Sketches of Yogya

I had a holiday with Nadya. We went to Yogyakarta, Central Java.

well, the trip itself wasn't too fascinating for common tourists, i supposed ... we didn't visit main tourist attraction. What we did was only shopping at Mirota Batik in Malioboro (my favorite place for shopping spree ! ), and walked for 45 minutes on foot - just to go to a goat soup deli.

I lived in Yogya during college. And the trip was my way to get back to the good old memories, more than 4 years ago. I'm sad that the sketches i made during my time there, wasn't survived - i lost them, somehow. And my trip couple days ago, wasn't long enough for me to capture places i want to re sketch. Phew.

nevermind, they say, in every dark clouds, there's always a silver lining (cmiiw).

so here it is :

batik painting lady @ Mirota Batik
first sketch, the lady who's painting batik.
Have you ever tried ? Batik painting (or in this term, pattern making using liquid candle, before goes on to colouring process) is a really relaxing activities. I used to join a short one day class of batik painting in Jakarta. Be it a handkerchief or scarf. I'm not an expert, unlike this Lady here, but surely, that is just so fun to do.
Oh and this is not a live sketch, Nadya took a pic of her, and asked me to make a sketch from it. So, thanks to her !

go on with this one here :

view from hostel room
we stayed at a cheap hostel, near tugu station. The facilities wasn't really ok, but we basically don't really care. they have a swing for two and a pretty nice little park full of trees in the inner court.
after making this sketch, i realized, i was never good at describing plants. haha.

a view at tugu station
Nadya insisted, that we must take trains. I don't mind, i always used trains as college student. so that's the sketch of view from our seat while waiting for our train to go back to Jakarta. It didn't captured the real ambiance, imho. But life must go on *sob* , i'll make better ones next time.

Nadya. on our trains to Jakarta
that's Nadya. sitting on our chair, on the way back to Jakarta. she was wearing a batik headband we bought at Mirota. She told me, she looked like the heroine on Ghibli's movie "Kiki Delivery Service" because of that headband.

So, that's all.

cheerio.




Friday, September 28, 2012

Old

so, 

this September of 2012. many many years since i first got my first cassette album, a second hand Boyzone's A Different Beat.

yeah. i was a fan of boybands *blush*, should say i am still one.

i remember, after the hype of fell in love with Backstreet boys, then comes Westlife, i realized, geez, i can't listen to boyband and girlband anymore ! i've grown up ! (was around 15 at that moment :D)

so i bought myself a Matchbox 20's album, goes on with Alanis Morissette mtv unplugged. 

You know, there were times - a long long time ago - when MTv is really all about what the acronym stands for, Music. not like now, attention seeking teenagers -_-''

however, 

since this file sharing got pretty serious in killing album productions till now, i can't find another cassette to buy. not anymore. 

i started to buy cd, although i have no objection with that (besides the price tag T_T), i still miss listening music through cassette. 


so to entertain me once more, i started my "the month of cassettes listening". :P
started with Bryan Adams, Trik Turner, Hoobastank, McFly, Josh Groban, etc.

and i fell in love once again, to the good memories when i was still in a rock band, living far from home for school, have no money, and yet was so happy.

thank you, dearest musicians :D you have all my respects. 
although some of you may not making albums anymore (i miss Haven), but still, your legacy will last. amen.

Monday, July 16, 2012

Semakin saya tua, semakin banyak saya lihat kematian

kalau dibuat daftar nya, dan dipikir pikir ulang, banyak sekali ya, kematian yang -- entah apa karena saya semakin dewasa (equals to) jadi semakin awas dengan sekitar, atau memang bumi semakin uzur aja dan perlu ada siklus.

1.nenek buyut. nenek dari pihak Ibu saya. Yang gak pikun dan masih bertanya "ara... gimana kuliahnya di Jogja ? " waktu ketemu saya. padahal sudah tidak bisa bangun lagi dari tempat tidurnya.


2. kakek 'om' --->adek nenek saya (nenek saya meninggal nya waktu saya masih SD, jadi ga kerasa) , yang menampung saya waktu sekolah sma di Pekalongan. yang ngeboncengin saya naik sepeda ontel -- nyaris nyemplung ke got -- hanya untuk beli obat batuk.

3. kakek kandung saya. Bapak dari ibu saya. Yang dulu tidak suka cara saya berkata "twenty" yang katanya terlalu berlogat Amerika, ketimbang Inggris. Yang hobinya jajan jajanan pasar, dan sering mampir ke warung kalau sedang ajak kakak saya ke pasar (bagian ini saya gak gitu ingat, masih kecil sih).

4. tante saya. Istri dari adiknya Papa saya. Yang kasih saya mpek mpek waktu saya dinas ke kotanya di Palembang. Yang sering bertanya "Rara, gimana gawe ?"  dengan nada kagum -- semenjak saya sudah be-gawe.


semuanya bertubi tubi dalam rentang waktu yang sebetulnya juga gak pendek pendek amat. 
tapi kok rasanya mak jleb gitu ya, di hati ? 


rasanya, kok tiba tiba yang tadinya ada , bisa di say hello, tau tau sudah ga ada.


dulu papa saya pernah nangis malam malam, karena tiba tiba merasa hampa --- karena papa mama nya sudah meninggal.
dan itu dia lakukan waktu saya masih usia sekolah SD.

bayangkan, yang sudah se dewasa itu seperti papa saya saja, bisa nangis sedemikian rupanya.

hanya karena kematian. 

tapi ga bisa juga ya, saya bilang "hanya". lha wong saya sampai sekarang takut banget sama yang nama nya "mati".

kepingin nya keluarga saya semuanya bisa hidup setidaknya sampai umur 100 tahun. sehat, ingatan bekerja dengan baik, dan masih bisa beraktivitas. 

lagi lagi - yang namanya umur, tidak ada yang tahu. Pepatah old fashioned yang tidak pernah out fashioned. Selalu begituuuuuuu aja. 

belum pernah ada teknologi yang bisa bilang "hey, Ara, umur kamu sampe ..... ya." 

kapok saya.
dan sedih.



Saturday, November 26, 2011

Pasar Ular, Jakarta Utara

jangan tanya seberapa jauhnya ....

*tapi tetep kepingin cerita*
satu jam perjalanan dengan transjakarta dari halte PGC

hari ini, minggu yang panas dengan deadline yang terlantar, kami sekeluarga jalan - jalan ke Pasar Ular. What kind of stuff do they sell ? Well, mostly leather goods such as shoes, bags, wallet, and there's also watches, eyewear, belts, dan ada juga stuffs macam keramik keramik, baju baju, perfumes, asik asik deh ! :D

this is what we bought :
1. kacamata merk H**o B*ss
2. kacamata merk Bv****i
3. tas travel kulit merk B**ly
4. dompet kulit merk Emp***o A****i
5. sepatu kulit pria merk apa gitu (lupa)
dan
6. perfume Ch****l No.5

dengan mengeluarkan 2,5 juta ! itupun yang paling mahal adalah si tas travel yang di tawar mpot mpot an akhirnya tetep 1 juta.

anyhow. Kalau frame saya yang harganya 300 ribu itu ternyata awet, next time ganti, bisa beli di pasar aja. Soalnya jatah penggantian dari kantor, hanya 500 ribu (per 2 tahun), sementara kacamata saya yang saya pakai sekarang, harga frame nya udah 1,15 juta sendiri -_-''

daaaan semoga si tas travel ini bisa awet. minimal 10 tahun. jadi bisa dihitung depresiasi 100 ribu sadja per tahun.

btw, tadi ada jam tangan, warna kuning, tali kulit coklat tua, background nya emboss penunggang kuda, dan merk nya terkenal banget sampai malu saya sebutin disini, yang dikasi harga 750 ribu (tadinya 900 ribu, dan ga mau turun lagi), yang ga jadi saya beli.

bukan apa apa, uang nya emang udah ga cukup. DAripada gelap mata, mending rasional dikit lah. hehe.

jangan lupa kalo ke sana, tawar paling nggak 40% harga bukaan ya.

have fun in Pasar Ular !

regards

Thursday, May 12, 2011

When I Think My Office Is Lovely

There are times when i'm so fond of my office building, just by seeing it. I know it's kind of hard to believe, so let me just show you how could that be possible.

Those times were these :

1. When I first got there for my job interview.
*yeah, you guys know the reason*

2. When it was my first day to work.
*only repeated when it's first day after bonuses shared, or a day after remuneration's announced*

and this one, is that got repeated many times :

3. Days when I'm urgent to PEE PEE or BOOM BOOM and deeply need a toilet asap.


that happened past few days. My stomach is unbearable. I need to stand still for like 45 mins on bus, trying not to spreading the gas *or worse, the p**p* on way to work.

Thursday, January 20, 2011

Mengapa kita harus hemat listrik ?

barusan saya tahu dari kolega di kantor, bahwa untuk menghasilkan listrik sebesar 1 KwH, PLN mengeluarkan Rp. 2.000,- sebagai biaya produksinya.

dan berapa yang kita bayar ?

untuk penggunaan rumah tangga, kita hanya bayar Rp. 650,- setiap 1 KwH ! sisanya? ya.. di subsidi oleh pemerintah. Bayangkan, pemerintah mensubsidi Rp. 1.350,- per 1 KwH yang digunakan masyarakat !

oh, saya tidak bermaksud membela pemerintah (whoever they are) , tapi bayangkan ini, ketika pemerintah berhenti mensubsidi listrik rumah tangga, berapa tagihan yang harus kita bayar?

sebagai gambaran, jika rumah menyediakan daya 900 watt, dengan pemakaian boros dan tagihan sebesar Rp. 200.000,- per bulan, maka ketika pemerintah tidak lagi mensubsidi, tagihannya akan meningkat 200% menjadi Rp. 600.000,- per bulan !

saya tau seseorang yang sengaja menyalakan AC dikamar kost nya seharian *walaupun sedang ditinggal* dengan alasan " bayaran nya sudah fix digabung dengan uang kost bulanan " , sementara dia tidak sadar berapa banyak energi yang dikeluarkan dan berapa banyak uang yang disubsidi pemerintah.

so, here's few reason kenapa kita harus selalu hemat listrik :

1. listrik dihasilkan dengan menggunakan energi, baik yang dapat diperbarui maupun yang tidak. semakin boros listrik yang dikonsumsi, semakin banyak pula sumber daya alam yang digunakan dan semakin pendek pula umur bumi kita.

2. listrik disubsidi pemerintah. Sudah baik baik kita di subsidi, masa kita se enak hati saja dalam menggunakannya? ini seperti sebuah yayasan yang menjual makanan dengan harga murah untuk yang miskin, tapi ternyata orang kaya lah yang beli. memalukan bukan?

3. jika kita bisa hemat listrik, kita bisa menghemat pengeluaran, dan kita bisa menggunakannya untuk hal lain yang lebih penting. misalnya untuk makan yang baik dan bergizi, atau untuk pendidikan atau untuk disumbangkan ke orang lain yang lebih membutuhkan.


bagaimana caranya hemat listrik ?

ini yang biasa saya lakukan di rumah :

1. gunakan lampu yang hemat energi (lebih mahal, tapi lebih irit dan tahan lama)

2. nyalakan lampu hanya ketika diperlukan. matikan lampu yang tidak dipakai atau di ruangan kosong.

3. matikan peralatan elektronik jika sedang tidak dipakai (banyak orang yang malas melakukan ini lho...) dan jangan hanya dalam keadaan stand by, tapi benar2 dimatikan.

4. nyalakan AC dalam suhu yang tidak terlalu dingin. karena AC yang dinyalakan langsung di suhu rendah akan mengkonsumsi listrik yang lebih besar. gunakan timer untuk mematikan AC secara otomatis jika suhu ruangan sudah pas.

5. cabut peralatan elektronik jika sedang tidak digunakan (charger hp, kabel tv dan alat elektronik lainnya)

jadi, ya.. ayo mulai menghemat listrik ! :D

Monday, December 6, 2010

waktu nikahan Christine dan Donatius, saya pake Hanbok... (blush)



Bawahan hanbok nya beli di Gede Bage, Bandung. Atasan nya bikin sendiri.

Terlalu eye catching sampe Novra gak suka. hahahahahhahahaha